Senin, 25 November 2013

Perusahaan Yang Menerapkan Utilitarianisme

Definisi Utilitarianisme

Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham] dan muridnya, John Stuart Mill.  Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan.

CIRI-CIRI UTILITARIANISME

1.      Kritis
Utilitarianime berpandangan bahwa kita tidak bisa begitu saja menerima norma moral yang ada. Utilitarianisme mempertanyakan norma itu. Sebagai contoh, seks sebelum nikah. Bagi penganut utilitarianisme, seks sebelum nikah itu belum tentu buruk. Harus dianalisis dulu apakah kegunaan seks pra nikah itu. Apakah akibat baik yang ditimbulkan seks pra nikah itu lebih besar daripada akibat buruknya. Kalau akibat baiknya lebih besar maka seks pra nikah itu bukan saja tidak dapat dilarang tetapi wajib dilakukan. Kalau akibat buruk seks pra nikah itu lebih besar maka seks pra nikah itu wajib dilarang.
2.      Rasional
Utilitarianisme tidak menerima saja norma moral yang ada. Ia mempertanyakan dan ini mengandaikan peran rasio. Utilitarianisme ini bersifat rasional karena ia mempertanyakan suatu tindkan apakah berguna atau tidak. Dalam kasus seks pra nikah tadi, utilitarianisme mempertanyakan sebab-sebab seks pra nikah dilarang.
3.      Teleologis
Utilitarianisme itu bersifat teleologis karena suatu tindakan itu dipandang baik dari tujuannya. Artinya suatu tindakan itu mempunyai tujuan dalam dirinya sehingga dapat dipandang baik.
4.      Universalis
Semboyan yang terkenal dari utilitarianisme adalah sesuatu itu dianggap baik kalau dia memberi kegunaaan yang besar bagi banyak orang. Hal ini sering dipakai dalam bidang politik dan negara. Contoh, di kota A akan dibangun jalan tol karena itu beberapa rumah akan kena gusur. Dengan alasan demi kepentingan yang lebih besar dan kepentingan orang banyak, pemerintah akan meminta mereka yang rumahnya kena gusur agar pindah. Tindakan menggusur ini dianggap benar karena penggusuran itu dilakukan demi kepentingan yang lebih besar dibandingka kepentingan mereka yang rumahnya digusur.

DUA MACAM TEORI UTILITARIANISME

1.      Utilitarianisme Perbuatan (Act Utilitarianisme)
Suatu perbuatan itu dianggap baik kalau perbuatan itu membawa akibat yang menguntungkan.
2.      Utilitarianisme Aturan (Rule Utilitarianisme)
Teori ini merupakan perbaikan dari utilitarianisme perbuatan. Sesuatu itu dipandang baik kalau ia berguna dan tidak melanggar peraturan yang ada.

Contoh perusahaan yang sudah menerapkan Utilitarianisme atau CSR

PT. Kaltim Prima Coal adalah sebuah perusahaan penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Bumi Resources (Tbk). Perusahaan ini berlokasi di daerah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Bukti – buktu bahwa PT. KPC (Kaltim Prima Coal) telah menerapkan Utilitarianisme sebagai berikut :
·         Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), memberikan peringkat hijau, bagi upaya pengelolaan lingkungan PT.Kaltim Prima Coal (KPC), periode tahun 2010/2011. Hal ini berarti KPC telah melakukan upaya melebihi tingkat kepatuhan yang ditetapkan. Upaya lebih tersebut meliputi aspek Sistem Manajemen Lingkungan, Pemanfaatan Sumber Daya, dan Pemberdayaan Masyarakat, sesuai yang disyaratkan oleh KLH. Sementara aspek kepatuhan yang wajib dilakukan meliputi aspek pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, dan pengendalian potensi kerusakan lahan. Malam penganugerahan Proper periode 2010/2011, diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (30/11). Dalam acara ini, hadir Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono, sekaligus memberikan keynote speech. Sementara itu, Proper Hijau yang diterima KPC, diberikan oleh Menteri Negara dan Lingkungan Hidup, Prof.Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dan diterima oleh Chief Operating Officer KPC, R.Utoro.
·         Dalam ajang The Fifth ASEAN Energy Awards yang digelar di Brunei Darussalam, pada tanggal 20 September 2011, KPC memperoleh penghargaan tertinggi (Best Winner) kategori Tropical Buildings, sebuah penghargaan untuk bangunan hemat energi di daerah tropis. Kategori ini merupakan salah satu kategori dalam kompetisi Best Practice Competition for Energy Efficient Building, pada ajang The Fifth ASEAN Energy Awards tahun 2011. KPC meraih Best Winner atas komplek bangunan Peternakan Sapi Terpadu (PESAT) di lahan pasca tambang, D2 Murung, Sangatta. Trofi diserahkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Darwin Zahedy Saleh. Pada ajang yang sama, KPC juga meraih The First Runner Up untuk Best Practice for Energy Management in Building and Industries. Penghargaan kedua ini merupakan kategori Small and Medium Building Competition atas projek Business Performance Improvement untuk Electric Energy Conservation yang telah dilakukan tahun 2010. Trofi diserahkan oleh Menteri Energi Filipina.

Kesimpulan


Dapat dilihat dari bukti – bukti diatas bahwa PT. KPC (Kaltim Prima Coal) sudah menerapkan utilitarianisme didalam system kerja perusahaan tersebut. Sebagai bentuk apresiasi kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, warga sekitar, maupun masyarakat luas. Beberapa penghargaan yang diterima perusahaan dari berbagai instansi seperti pemerintahan sampai ajang The Fifth ASEAN Energy Awards membuktikan bahwa perusahaan telah menerapkan utilitarianisme atau CSR.


SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar